"Di pemakaman, beberapa kerabat memberi tahu saya bahwa payudaranya lebih besar dari sebelumnya, dan ketika saya menyampaikan hal ini kepada ibunya, ia mengatakan itu tidak benar, bahwa ia tidak tahu apa-apa," kata Carlos.
Malam itu, dirinya meminta ibu korban untuk meninggalkan ruangan agar dirinya bisa berbicara dengannya dan mengucapkan selamat tinggal.
"Entah kenapa, dia tidak mau. Kami memeriksa putri saya, dan benar saja, dia memiliki implan payudara. Kami punya foto implan dan bekas lukanya," bebernya.
Ayah gadis itu membawa bukti ke polisi dan menuntut penyelidikan atas masalah tersebut keesokan harinya.
Ia yakin bahwa prosedur itu adalah "hadiah" dari ibu Paloma untuk ulang tahunnya yang ke-15 dan dilakukan oleh pasangan barunya, seorang ahli bedah plastik. Sekarang ia ingin mereka diadili.
Meskipun penyelidikan belum membuktikan satupun tuduhan Carlos, kematian Paloma telah mengobarkan api kemarahan di seantero Meksiko, bahkan mendorong Presiden Claudia Sheinbaum untuk langsung turun tangan.***