lifestyle

Tragis! Remaja Cantik Tewas Usai Implan Payudara, Sang Ayah Bongkar Fakta Mengejutkan

Minggu, 28 September 2025 | 07:00 WIB
Paloma Nicole Arellano Escobedo, tewas mengenaskan setelah menjalani operasi implan payudara (Foto: Instagram/@arellanocar_)

KONTEKS.CO.ID - Seorang pria asal Meksiko menuduh mantan istrinya dan kekasihnya yang seorang ahli bedah plastik telah menyebabkan kematian putrinya yang masih berusia 14 tahun dengan melakukan berbagai prosedur operasi plastik, termasuk implan payudara.

Paloma Nicole Arellano Escobedo meninggal dunia secara tragis di sebuah rumah sakit di Durango, Meksiko, setelah menderita edema serebral akibat penyakit pernapasan.

Namun, ayahnya mengklaim bahwa penyebab kematian sebenarnya tidak ada hubungannya dengan laporan resmi itu.

Carlos Arellano menuduh ibu gadis berusia 14 tahun itu dan pasangannya yang seorang ahli bedah plastik telah menyebabkan kematian Paloma dengan melakukan operasi pembesaran payudara tanpa persetujuannya.

Baca Juga: Ini Daftar 14 Obat Pengencang Payudara dan Miss V, Izin Edarnya Dicabut BPOM

Menurut laporan media lokal, Paloma diduga menjalani sejumlah prosedur, termasuk pembesaran payudara, Brazilian Butt Lift (pengencangan bokong berisi lemak), dan sedot lemak.

Kasus ini telah memicu kemarahan publik di Meksiko, dan pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas kematian remaja tersebut.

Sertifikat kematian telah keliru mencantumkan 'penyakit pernapasan' sebagai penyebab kematian dalam upaya menutupi kebenaran.

"Mereka langsung menyerahkannya kepada kami. Saya tidak tahu bagaimana mereka mendapatkannya secepat itu. Saya menuntut agar semua yang bertanggung jawab diselidiki," tegas Carlos ayah korban, menyitir New York Post.

Pria yang terpukul itu mengajukan pengaduan setelah pemakaman putrinya, seraya mengklaim ada lebih banyak hal di balik kematiannya termasuk menuduh mantan istrinya yang sengaja menutup-nutupi.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Kanker Payudara di Asia: Apa Penyebab Utamanya?

Carlos mengungkapkan, ibunda korban sekitar sepekan sebelum kematian putrinya memberi tahu bahwa mereka akan pergi ke pegunungan karena Paloma dinyatakan positif Covid-19.

Beberapa hari kemudian, ibunya menelepon untuk memberi tahu Carlos bahwa ia telah dirawat di rumah sakit karena kondisi serius. Baru saat pemakaman ia menyadari ada sesuatu yang janggal.

Halaman:

Tags

Terkini