KONTEKS.CO.ID - Produsen mobil memberikan diskon EV hampir 15% dari harga transaksi, dan selisih harga dengan mobil bensin pun terus menyusut.
Berikut ini adalah kabar baik bagi Anda yang telah mempertimbangkan mobil listrik atau EV sebagai cara untuk menghindari pembelian bensin yang mahal, tapi juga ragu dengan harga peralihannya.
Selisih harga antara mobil listrik dan bensin baru saja menyusut ke level terendah sepanjang sejarah yakni USD5.800 (Rp146 juta).
Baca Juga: Geram Dikritik Paus Leo XIV soal Perang Iran, Trump Malah Bawa-bawa Nama Barack Obama
Jumlahnya memang bukan recehan, tetapi dapat Anda imbangi dengan penghematan biaya bahan bakar jika sering mengemudi dengan jarak tempuh tinggi.
Harga EV baru di AS turun 2,8% dari tahun ke tahun menjadi USD54.508 (Rp933 juta), menandai penurunan bulanan ketiga berturut-turut, menurut data terbaru dari Kelley Blue Book milik Cox Automotive.
Dan ini bukan kebetulan. Para produsen mobil menghujani pembeli dengan insentif seperti diskon EV yang sekarang rata-rata 14,6% dari harga transaksi.
Baca Juga: Respons Jusuf Kalla Ceramahya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh DPP GAMKI
Sementara itu, kendaraan bensin dan hibrida tetap stabil. Harga transaksi rata-rata industri (ATP) mencapai USD49.275 pada bulan Maret, naik 3,5% dari tahun lalu.
"Jadi, sementara harga EV turun, model ICE tidak terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan," tulis Carscoops, Senin 13 April 2026.
Kenaikan harga tahunan kini telah meningkat selama empat bulan berturut-turut. Harga MSRP rata-rata mencapai USD51.456, menandai bulan ke-12 berturut-turut di atas USD50.000. ***