Nasional

‘Sura’ dan ‘Sulu’ Bakal Jadi Maskot Pemilu 2024

Qatar-Banget-Piala-Dunia

KONTEKS.CO.ID – Maskot bernama ‘Sura’ dan ‘Sulu’ karya Stephanie (19) mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pradita Tangerang, menjadi pemenang juara Lomba Desain Maskot Pemilu 2024.

Pengumuman pemenang desain Maskot Pemilu 2024 disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jumat 25 November 2022.

“Dari hasil penilaian dengan beberapa kriteria, akhirnya diputuskan ada satu orang pemenang terbaik, yaitu maskot dengan nama “Sura” (singkatan dari) Suara Rakyat dan “Sulu” (singkatan dari) Suara Pemilu karya dari Stephanie,” ujar anggota KPU August Mellaz di Media Center KPU RI, Jakarta.

August mengatakan, karya tersebut akan diluncurkan secara resmi dalam kegiatan konsolidasi nasional bersama 6.000 personel KPU di Tanah Air yang diselenggarakan KPU RI di Ancol pada 1-3 Desember 2022.

BACA JUGA:   Cegah Korban Jiwa Pemilu 2024, DPR Setujui Penambahan Anggaran KPU dan Bawaslu

Sebelumnya, August menyampaikan sejak lomba dibuka pada 22 Agustus 2022 sampai dengan ditutup pada 22 Oktober 2022, ada 540 orang yang mengirimkan desain kepada KPU. Dari 540 orang itu, KPU menerima total desain sebanyak 681 desain maskot.

“Selanjutnya, dewan juri melakukan penilaian dan menetapkan 26 desain maskot Pemilu 2024,” lanjut August.

Lalu dari 26 desain itu, dewan juri menetapkan 10 desain maskot yang lolos ke babak final dan menentukan desain milik Stephanie sebagai pemenang.

Maskot Pemilu 2024 “Sura” dan “Sulu” menghadirkan gambaran dua burung jalak bali. Sura adalah burung jalak jantan yang mewakili pemilih laki-laki dan Sulu burung jalak betina yang mewakili pemilih perempuan.

“Untuk desain awal, saya pake burung garuda karena saya kira melekat dengan Indonesia. Lagi pula, kalau pakai makhluk hidup bisa lebih aktif dan lebih dekat dengan manusia. Jadi, saya menggunakan makhluk hidup,” ucap dia.

BACA JUGA:   Laporan Ditolak Bawaslu, Tujuh Partai Gagal Berlaga di Pemilu 2024

Namun, setelah mendapatkan revisi dari para juri, Stephanie mengubah desain burung garuda menjadi burung jalak bali. Menurut dia, burung berwarna putih itu lebih cocok dengan suasana pemilu.

Di samping itu, atas revisi juri, Stephanie menambahkan sejumlah simbol kepemiluan dalam desainnya, seperti logo KPU di atas baju putih yang dikenakan Sura dan Sulu serta paku sebagai alat mencoblos yang digenggam kedua burung tersebut. ***



Baca berita pilihan konteks.co.id lainnya di "Google News"

Author

Qatar-Banget-konteks-Piala-Dunia-2022

Berita Lainnya

Muat lagi Loading...Tidak ada lagi