Nasional

Transaksi Rekening Fantastis Rp100 Triliun Yosua Hutabarat Hanya Dihentikan Sementara, Uang Itu Ada?

Qatar-Banget-Piala-Dunia

KONTEKS.CO.ID – Benarkah PPATK melakukan pembekuan rekening milik Nofriansyah Yosua atau Brigadir J. Dalam keterangan pers yang dikeluarkan PPATK sesungguhnya hanya penghentian sementara trasaksi rekening.

Dalam Channel Youtube Irma Hutabarat, disampaikan oleh Ketua LMR RI Glenn Tumbelaka, bahwa PPATK sebelumnya juga sudah mengeluarkan surat yang adalah salinan yang dibuat oleh BNI.

Menurut Glenn Tumbelaka, PPATK pasti secara detail menuliskan tentang rekening mana yang transaksinya dihentikan sementara. 

Menurutnya, bukan pembekuan rekening sampai pemberitahuan lebih lanjut, tapi sementara. Isinya adalah data dari rekening. 

“PPATK mau itu dihentikan sementara transaksinya,” katanya.

Tapi penghentian sementara ini sesuai surat yang dikeluarkan BNI adalah lima hari saja. Bila penghentian sementara transaksi, berarti tidak boleh keluar dan terima, dalam penghentian transaksi. 

“Dalam waktu lima hari. Jadi ini, surat PPATK itu mengacu kepada rekening yang namanya Nofriansyah Yosua,” katanya.

Terhadap transaksi pengguna jasa sebagai berikut. Nama Nofriansyah Yosua, tempat tanggal lahir Jambi 20 November 1994. Pekerjaan Polri, alamat Sukamakmur Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Nomor rekening 1296249462, nilai nominal Rp99.999.999.999.999.

“Jadi itu, 100 triliun minus satu rupiah. Jadi itu nilai nominal di rekening ini. Ini kan berdasarkan surat dari PPATK berarti,” katanya lagi. 

“Kalau ini dilakukan penghentian sementara, berarti angka ini benar. Real, ‘kalau nggak real BNI bisa bilang nggak ada PPATK di rekening ini’. Jadi nggak perlu dihentikan,” katanya. 

“Saat itu ada uangnya di BNI Cabang Cibinong. Karena ini jenis transaksinya debet,” katanya lagi. 

Penerima uang adalah Yosua dan pengirimnya menurut Gleen, hanya PPATK saja yang mengetahuinya. Setelah dihentikan sementara dalam 5 hari, setelah itu uang atau transaksi bisa dilakukan dari rekening ini.

BACA JUGA:   BNI Klarifikasi Soal Rekening Brigadir Yosua Senilai 100 Triliun

“Kalau tidak ada tidak perlu dihentikan. Jenis transaksi debet, Yosua yang terima dan yang kirim siapa, hanya PPATK yang tahu,” katanya.

Berita acara ini 18, tanggal 23 paling akhir, dan tanggal 24 uang atau rekening tersebut sudah bisa transaksi lagi. Yosua bisa transaksi lagi.

“Karena Yosua mati, maka rekening aktif  ini dilimpahkan ke keluarganya atau ahli warisnya. Bukan berarti dihentikan transaksinya,” katanya.

Dalam keterangan persnya, PPATK memastikan telah melakukan penghentian sementara transaksi rekening Nofriansyah Yosua sejak 18 Agustus 2022.

Penghentian sementara transaksi ini berdasarkan Pasal 44 ayat 1 huruf I Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dengan surat yang dikeluarkan sejak 10 hari setelah Nofriansyah Yosua tewas ditembak , PPATK meminta penyedia jasa keuangan untuk melakukan penghentian sementara transaksi atas pendebetan atau penarikan terhadap rekening NY. 

“Penghentian transaksi tidak menghalangi adanya transaksi kredit atau dana masuk ke rekening nasabah yang dihentikan tersebut,” dalam keterangan pers PPATK.

Dalam keterangan pers tersebut, PPATK tidak memberi penjelasan terkait dengan nilai nominal yang ada dalam rekening  Nofriansyah Yosua yang diminta dihentikan sementara trasaksinya.

Hanya dijelaskan bahwa PPATK berwenang meminta penyedia jasa keuangan menghentikan transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana,.   

“Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berwenang meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana,” dalam rilis tersebut. 

BACA JUGA:   PPATK: 150 Rekening Milik Reza Paten Dibekukan

Ini Rilis Penghentian Sementara Trasaksi Rekening NY

Penghentian Sementara Transaksi Rekening NY, Jakarta, 24 November 2022, 009/HM.02.03/Xl/2022. 

Berdasarkan Pasal 44 ayat 1 huruf I Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dalam rangka melaksanakan fungsi analisis dan pemeriksaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berwenang meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana.

PPATK meminta penyedia jasa keuangan untuk melakukan penghentian sementara transaksi atas pendebetan atau penarikan terhadap rekening NY pada tanggal 18 Agustus 2022. Namun, penghentian transaksi tidak menghalangi adanya transaksi kredit atau dana masuk ke rekening nasabah yang dihentikan tersebut.

Atas penghentian sementara transaksi yang dimintakan oleh PPATK, penyedia jasa keuangan wajib menyampaikan berita acara penghentian sementara transaksi kepada nasabah penyedia jasa keuangan, paling lambat 1 hari kerja setelah pelaksanaan penghentian sementara transaksi.

Dalam proses penghentian sementara transaksi, nilai nominal tertinggi pembekuan yang bisa dilakukan oleh pihak bank terhadap rekening yang dibekukan, tidak dapat ditafsirkan sebagai nilai saldo dalam rekening tersebut.

Setiap transaksi yang dilakukan di sistem perbankan akan tercatat dan dapat dilakukan penelusuran oleh PPATK, sehingga kebenaran setiap transaksi ataupun nilai saldonya dapat dipertanggungjawabkan.***



Baca berita pilihan konteks.co.id lainnya di "Google News"

Author

  • Eko Priliawito

    Sudah menjalani profesi jurnalis selama 15 tahun. Reporter di Harian Lampu Merah, video jurnalis di global tv. Selama 13 tahun terakhir menjadi jurnalis di media online VIVA.

Qatar-Banget-konteks-Piala-Dunia-2022

Berita Lainnya

Muat lagi Loading...Tidak ada lagi