Dunia

UMNO Bakal Dukung Anwar Ibrahim

Qatar-Banget-Piala-Dunia

KONTEKS.CO.ID – Mantan partai koalisi penguasa Malaysia Barisan Nasional (BN) memberi sinyal akan mendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri.

Ini membalikkan keputusan BN yang sebelumnya menyatakan netral dan siap menjadi oposisi seperti dilaporkan Reuters.

Koalisi BN menyatakan tidak akan mendukung pemerintah yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin, kata partai komponen terbesar barisan yakni UMNO, meskipun tidak merujuk pada Anwar.

Lima hari setelah pemilihan, Malaysia masih belum memiliki pemerintahan karena kedua kandidat tidak memiliki cukup dukungan untuk mayoritas, yang mengakibatkan parlemen gantung yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Raja Al-Sultan Abdullah Sultan akan bertemu dengan bangsawan senior lainnya pada hari Kamis 24 November 2022 untuk membantu memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri. 

BACA JUGA:   Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra Meninggal Dunia di Malaysia

Media mengatakan pertemuan akan dimulai pada 10.30 waktu setempat atau 9.30 WIB dan berlangsung selama tiga jam.

Raja konstitusional memainkan peran seremonial tetapi dapat menunjuk seorang perdana menteri yang dia yakini akan memimpin mayoritas di parlemen.

Raja telah menyarankan agar kedua pemimpin tersebut bekerja sama untuk membentuk pemerintahan persatuan, tetapi Muhyiddin menolak usulan tersebut.

Barisan Nasional petahana yang berada jauh di urutan ketiga dalam pemilu dalam penampilan pemilu terburuknya, telah menjadi pemain penting karena dukungannya dibutuhkan baik oleh Anwar maupun Muhyiddin untuk mendapatkan mayoritas. 

BACA JUGA:   Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal akibat Terpapar Covid-19

Namun pada Rabu malam, komponen partai terbesarnya – Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) – mengatakan Barisan akan mendukung “pemerintah persatuan” yang tidak dipimpin oleh aliansi Muhyiddin. Pernyataan itu tidak menyebut Anwar.

Koalisi progresif Anwar, yang dikenal sebagai Pakatan Harapan, memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan hari Sabtu dengan 82 kursi, sementara aliansi Muslim Melayu konservatif Muhyiddin yang disebut Perikatan Nasional memenangkan 73 kursi. Mereka membutuhkan 112 – mayoritas sederhana – untuk membentuk pemerintahan. Barisan memiliki 30 kursi. ***



Baca berita pilihan konteks.co.id lainnya di "Google News"
Qatar-Banget-konteks-Piala-Dunia-2022

Berita Lainnya

Muat lagi Loading...Tidak ada lagi