KONTEKS.CO.ID - OpenAI kembali menghadirkan inovasi dalam teknologi kecerdasan buatan mereka dengan memperkenalkan fitur baru bernama ‘Memory with Search’.
Fitur ini memungkinkan ChatGPT untuk menggabungkan data dari percakapan terdahulu dengan pencarian web secara langsung, sehingga memberikan jawaban yang lebih relevan dan disesuaikan dengan profil pengguna.
Dilansir dari TechCrunch, fitur ini merupakan bagian dari langkah strategis OpenAI dalam meningkatkan kemampuan ChatGPT agar mampu bersaing dengan layanan sejenis.
Contohnya Claude dari Anthropic dan Gemini dari Google yang juga mulai menyematkan fitur berbasis ingatan pengguna dalam layanannya.
Dengan mengaktifkan Memory with Search, ChatGPT dapat menyesuaikan hasil pencarian berdasarkan data yang telah terekam dari interaksi sebelumnya.
Sebagai contoh, jika chatbot mengetahui bahwa pengguna adalah seorang vegan yang tinggal di San Francisco, maka ketika pengguna bertanya "ada rekomendasi restoran terdekat?", ChatGPT secara otomatis mencarikan "restoran vegan terbaik di San Francisco".
Fitur ini bersifat opsional dan pengguna tetap bisa mematikannya kapan saja lewat menu pengaturan dengan menonaktifkan opsi Memory.
Hingga saat ini, belum seluruh pengguna mendapatkan pembaruan tersebut, meskipun sejumlah pengguna di media sosial X melaporkan telah menemukan fitur ini sejak awal minggu.
Secara umum, sistem memori di ChatGPT memungkinkan bot untuk mengingat percakapan yang telah terjadi—seperti pertanyaan sebelumnya atau preferensi pengguna.
Hal ini membuat pengalaman interaksi jadi lebih lancar dan personal karena ChatGPT bisa memahami konteks dengan lebih baik di sesi berikutnya.
OpenAI juga menekankan pengguna tetap memiliki kendali penuh atas informasi yang disimpan.
ChatGPT tidak akan menyimpan data sensitif, seperti informasi kesehatan, secara otomatis.
Pengguna bisa meninjau dan menghapus informasi yang telah diingat sesuai keinginan mereka demi menjaga privasi.***